Ikang & Marissa's Quotation

Books, to the reading child, are so much more than books - they are dreams and knowledge; they are a future, and a past." (Esther Meynell dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi)

Marissa Haque Personal Blog for BKKBN

Marissa Haque Personal Blog for BKKBN
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional

Bahasa Kasih Ikang Fawzi & Marissa Haque

Bahasa Kasih Ikang Fawzi & Marissa Haque
Dua Anak Itu Cukup, Laki-laki atau Perempuan Sama Saja: Ikang Fawzi & Marissa Haque

The Fawzi's Family Team of 2010

The Fawzi's Family Team of 2010
Ikang Fawzi, Marissa Haque, Bella Fawzi, Chikita Fawzi

Philosophy Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque (2010)

Keluarga Kecil, Keluarga Terncana, Keluarga yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman: Ikang Fawzi & Marissa Haque Fawzi







1, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011 03.30PM

1, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011 03.30PM, Mother of Isabella Fawzi & Chikita Fawzi.wmv

2, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011

2, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011

3, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011 03.30PM

3, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011 03.30PM, Mother of Isabella Fawzi & Chikita Fawzi.wmv
Tampilkan postingan dengan label bmt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bmt. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2011

"Marissa Haque: Indonesia, Usaha Mikro, dan BKKBN di Tahun 2011"

BERSAMA BEGAWAN MARKETING STRATEJIK
Prof.Dr. Basu Swastha Dharmmestha dari FE & FEB UGM 
(dalam Marissa Grace Haque Fawzi, FEB UGM, Juni 2011)




Marissa Haque, beberapa kali dalam talkshownya bicara tentang BMT dan pengembangan usaha kecil dan mikro. Kali ini Wartawan Tamaddun Zubaeri At berhasil mewawancarainya, ketika Marissa menghadiri acara BMT Summit dan Top Managemen BMT Workshop yang diselenggarakan oleh BMT Center di Jakarta bulan Oktober lalu.

Kehadirannya di acara tersebut membuktikan bahwa Marissa peduli BMT.
Berikut pandangan Marissa tentang BMT dan usaha mikro tahun 2011.


Mbak Marissa, apa pendapat anda tentang BMT?
Saya tahu BMT, karena di dekat rumah saya ada BMT. Saya banyak mendengar tentang kelebihan layanan BMT. Dalam akad BMT sesuai syariah tidak ada denda dan kadang tidak pakai jaminan.
BMT juga dalam pembiayaan tetap menggunakan prinsip 5 C + 1 S sebagaimana lembaga keuangan selama ini, yakni karakter, kapasitas, modal, jaminan, kondisi dan satu tambahan syariah dalam memberikan pembiayaan keapada anggota.

Menurut mbak Marissa, apa yang mesti diupayakan untuk BMT?
Menurut saya, perlu diusahakan adanya payung hukum yang jelas buat BMT dari pemerintah terkait dengan perlindungan. Kita tahu, BMT di saat krisis kemarin mampu bertahan dan dapat memulihkan ekonomi bangsa, karena denyutnya riil, nyata pada sektor mikro.

TAMZIS pembiayaannya fokus pada pasar, sejauhmana sumbangsih BMT kepada pasar?
Kebetulan saya sedang menyelesaikan tesis saya fakultas ekonomi UGM berkaitan dengan BMT, khususnya pada salah satu BMT di Jogjakarta. Saya melihat bagimana BMT memberi sumbangsih besar dalam menghapus lintah darat atau rentenir, padahal pedagang butuh modal. Nah, itulah tugas BMT untuk memberi modal. Makanya diawal saya katakan BMT perlu perlindungan hukum dari pemerintah.

BMT selain memberi modal usaha, sebenarnya BMT juga mengajarkan pola hidup syariah, bagaimana menurut mbak?
Itu memang yang diharapkan dari BMT. Penelitian saya di BMT yang saya teliti setiap bulannya mengadakan pengajian umum dan penggeraknya anaknya sultan yakni Gusti Pembayun dan saya dua kali ikut pengajian tersebut.

Dalam pengajian pedagang juga dikenalkan dengan istilah-istilah ekonomi syariah kepada pedagang. Saya kira istilah-istilah tersebut ketika sering diucapkan dan dipraktekkan, pedagang akan lebih mudah dan cepat memahami. Bisa juga mengenalkan ekonomi syariah melalui radio komunitas yang ada disuatu pasar tertentu, dan itu tidak perlu biaya mahal tapi mengena.

Bagaimana prospek BMT di Tahun 2011?
Baik, dan akan semakin baik. Tapi persoalan BMT terbesar adalah payung hukum yang tidak ada atau belum ada.
Apa yang mesti dilakukan BMT untuk meningkatkan pelayanan?
Ya sosialisasi. Bikin pengajian akbar dipasar-pasar. Itu dahwah lo, bukankah khalifah Umar berdakwah dipasar, yakni dakwah bil hal (dakwah dengan tindakan).

Bagaimana BMT ke depan?
Harapannya, BMT tetap low profil, setia melayani sektor mikro yang penting high profit (keuntungan tinggi) itu lebih penting. BMT tidak boleh berubah identitas apalagi spirit. Islam itu harus kaya, makanya harus high profit, itu berkaitan harga diri. Rasulullah sendiri umur 12 tahun sudah dagang, jadi interpreneurship. Ada juga hadis yang mengatakan 90% rizki di jalan Allah diperoleh dari usaha dagang. 

Photo Courtesy of RA Menik Kodrat

Selasa, 21 Desember 2010

KB & Distribusi Kesejahteraan Sangat Dekat, BMT Salah Satu Solusi: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Tips Mendirikan BMT yang Untung (Dakwah bil Hal yang Marissa Haque Laksanakan)

Banyak kita baca di media massa BMT (Baitul Maal wa tamwil) yang merugi dan berguguran. Itu selain karena pengurus kurang profesional dan amanah juga karena strategi yang digunakan keliru. Misalnya pinjaman diberikan untuk pinjaman konsumtif seperti kredit motor. Padahal harusnya untuk pinjaman produktif sehingga bagi hasil bisa berjalan dan dinikmati.

Selain itu pola Grameen Bank yang berhasil memberikan pinjaman tanpa agunan tapi tingkat pengembaliannya tinggi juga bisa ditiru. GB hanya memberikan pinjaman tanpa agunan pada kelompok yang terdiri dari 5 orang. Pinjaman pertama untuk 2 orang. Setelah lunas pinjaman diberikan pada 2 orang berikutnya. Setelah lunas lagi baru diberikan pada yang terakhir. Setiap peminjam harus menabung sejumlah kecil uang.

Berikut bagi pengalaman yang diberikan oleh pak Ediyus di Riau yang berhasil mengembangkan BMT dari modal Rp 100 juta hingga menjadi Rp 3 milyar!

BMT secara badan hukum harus berbentuk koperasi, dalam prakteknya BMT di-awasi oleh PINBUK, sebagaimana juga koperasi pada umumnya, maka para pendiri diperbolehkan mempunyai hak-hak khusus. Mungkin untuk kriteria pendirian lebih baik bertanya langsung pada PINBUK, karena pada prinsipnya PINBUK tsb sama setiap daerahnya.

Dalam AD/ART, sebaiknya kita harus benar-benar membuat batasan tegas agar BMT tsb benar-benar berjalan sesuai dengan Syari’ah, biasanya poin yang sangat rentan adalah masalah bentuk-bentuk dan tatacara peminjaman, serta kemana dana yang dipinjamkan tsb digunakan.

Juga untuk mengantisipasi masuknya ide sekuler, maka pada AD/ART nya BMT yang akan dirikan, sebaiknya dibuat dipasal tentang hak suara… yaitu hak suara antara Anggota Istimewa dan Anggota Biasa… anggota Istimewa tadi yaitu para pendiri dan atau yang memiliki dana yang besar di BMT, memiliki hak suara lebih…. nah, jika ada anggota baru mau memasukan dana yang cukup signifikan, maka perlu persetujuan Anggota Istimewa tadi… Dan jangan lupa untuk menambahkan bahwa ide/usulan dari anggota, baru akan dijalankan setelah mendapat legalisasi dari dewan syariah…. dewan syariah biasanya terdiri dari alim ulama yang mengerti tentang bisnis Islami….

Karena berbentuk koperasi, tentunya modal awal BMT tidaklah besar, maka sebaiknya BMT didirikan disekitar pasar, karena sektor inilah yang paling menunjang pertumbuhan BMT. Kita bisa memberikan pinjaman dengan sistem mudharabah pada pedagang kecil, yang insya ALLAH bisa dihitung keuntungannya harian, jadi mereka bisa setor harian. Lagi pula BMT juga bisa mengeliminisir ijon atau rentenir. SubhanaLLAH, BMT Bina-Swadaya yang berada di Duri-RIAU, yang tadinya hanya bermodal sekitar 100Juta, saat ini sudah mengelola sekitar 3-milyar.

Sebaiknya BMT diarahkan pada pinjaman produktif, ketimbang konsumtif, banyak kegagalan terjadi ketika BMT tsb diawali dengan kegiatan konsumtif seperti pendanaan pembelian barang (sepeda motor, HP, perabot, dll), karena harta-harta yang dibelikan tsb kemungkinan besar tidak menghasil nilai tambah dari segi ekonomi.

Lain halnya dengan pinjaman produktif, pihak BMT bisa memberikan pasal, untuk memberi-hak pada BMT untuk ikut campur-tangan dalam proses usaha, agar usaha tadi tidak jatuh. Tentunya BMT harus mengeluarkan ekstra effort untuk melakukan pembinaan mereka, namun hal tsb-lah nilai plus BMT, sehingga insya ALLAH kedepannya BMT bisa mencetak pribadi-pribadi muslim yang mandiri yang cekatan dalam berbisnis. Dan bisa mengangkat martabat mustahik menjadi muzakki, insya ALLAH.

Hmmm, mungkin segini dulu Akhi…. Afwan jika uraiannya kurang nyambung, jika ada pertanyaan lanjutan silahkan, insya ALLAH jika ana bisa menjawab akan ana jawab, jika tidak akan ana refer ke-teman yang lebih ahli.

Wassalaammu’alaykum wa rahmatuLLAHI wa barakatuh,

Ediyus Hz

Sumber: http://marissahaque-bmt.blogdetik.com/2010/11/12/tulisan-dari-ediyus-hz-tips-mendirikan-bmt-yang-untung-dalam-hj-marissa-haque-fawzi/

Prinsip "Segitiga Munasinghe" untuk Antisipasi Ledakan Penduduk: Marissa Haque (dari PSL-IPB)

Prinsip "Segitiga Munasinghe" untuk Antisipasi Ledakan Penduduk: Marissa Haque (dari PSL-IPB)
Duta BKKBN Marissa Haque Fawzi (Istri Ikang Fawzi)

Berakhir Tahun bersama Keluarga Prof. Dr. Sri Edi Swasono

Berakhir Tahun bersama Keluarga Prof. Dr. Sri Edi Swasono
Naik Pesawat Rakyat Deraya, Akhir Tahun bersama Prof Dr. Meuthia Hatta dan Kel (Meneg PP 2005)

Kembang Setaman Rumahtangga Ikang & Marissa

Kembang Setaman Rumahtangga Ikang & Marissa
Kembang Setaman Rumahtangga Ikang & Marissa

BASF Award ke Mannheim, West Germany Hadiah Allah bagi Pernikahan Siri Kami (Sept 1986)

BASF Award ke Mannheim, West Germany Hadiah Allah bagi Pernikahan Siri Kami (Sept 1986)
BASF Award ke Mannheim, West Germany Hadiah Allah bagi Pernikahan Siri Kami (Sept 1986)

Daddy's Approach untuk Keluarga Kecil Menjawab Tantangan Zaman, Ikang Fawzi, Bella dan Chikita

Daddy's Approach untuk Keluarga Kecil Menjawab Tantangan Zaman, Ikang Fawzi, Bella dan Chikita
Daddy's Approach untuk Keluarga Kecil Menjawab Tantangan Zaman, Ikang Fawzi, Bella Fawzi, dan Chikita Fawzi

Ikang Fawzi dan Marissa Haque saat Pacaran (dirumah Lapagan Roos Raya No.36, Tebet Utara, Jaksel)

Ikang Fawzi dan Marissa Haque saat Pacaran (dirumah Lapagan Roos Raya No.36, Tebet Utara, Jaksel)
Kesepakatan Punya anak Hanya 2 Saja: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Daftar Blog Saya