Ikang & Marissa's Quotation

Books, to the reading child, are so much more than books - they are dreams and knowledge; they are a future, and a past." (Esther Meynell dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi)

Marissa Haque Personal Blog for BKKBN

Marissa Haque Personal Blog for BKKBN
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional

Bahasa Kasih Ikang Fawzi & Marissa Haque

Bahasa Kasih Ikang Fawzi & Marissa Haque
Dua Anak Itu Cukup, Laki-laki atau Perempuan Sama Saja: Ikang Fawzi & Marissa Haque

The Fawzi's Family Team of 2010

The Fawzi's Family Team of 2010
Ikang Fawzi, Marissa Haque, Bella Fawzi, Chikita Fawzi

Philosophy Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque (2010)

Keluarga Kecil, Keluarga Terncana, Keluarga yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman: Ikang Fawzi & Marissa Haque Fawzi







1, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011 03.30PM

1, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011 03.30PM, Mother of Isabella Fawzi & Chikita Fawzi.wmv

2, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011

2, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011

3, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011 03.30PM

3, BKKBN, Marissa Haque (The Wife of Ikang Fawzi) on Public Corner , Metro TV 31-05-2011 03.30PM, Mother of Isabella Fawzi & Chikita Fawzi.wmv
Tampilkan postingan dengan label KB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juni 2011

Program KB dalam Keluarga Presiden RI Sangat Baik: Marissa Haque & Ikang Fawzi

  05 October 2009 , 

Sumber: http://umum.kompasiana.com/2009/10/05/program-kb-presiden-sby-bagus-di-lanjutkan-marissa-haque-ikang-fawzi/




1-ledakan-pendukuk-marissa-haque
 Lanjutkan Program KB: BKKBN Menjawab Ancaman Ledakan Penduduk
3-ledakan-pendukuk-marissa-haque-artis-peduli-kb-dua-anak-cukup-marissa-haque-nurul-arifin-rieke-pitaloka-4

2-bkkbn-marissa-haque-fawzi-head-for-blogspotcom-artis-peduli-kb-dua-anak-cukup-marissa-haque-nurul-arifin-rieke-pitalokajpegTidak fair rasanya jikalau seluruh program yang dirancang pemerintaha rezim SBY dianggap semuanya harus dikritik. Seperti layaknya tidak semua program Orde Baru buruk semisal program KB dan ABRI Masuk Desa-nya yang bila dilanjutkan sampai dengan sekarang dapat melindungi keluarga pengusaha kecil menengah didesa-desa tingkat kelurahan dan kecamatan dari serbuan pengusaha retail global dalam era globalisasi sekarang ini. Termasuk juga bila kita mengaitkannya dengan ancaman ledakan penduduk di Indonesia. Sempat berkondisi sangat baik sebelum reformasi, namun lepas tanpa kendali pasca reformasi! Apalagi diantara kelompok masyarakat tertentu yang mempunyai pendapat banyak anak akan semakin banyak rezeki. Tentu hal ini tidak dapat ditoleransi lagi dalam konteks kekinian. Dimana semua menjadi serba sulit dan sangat sulit.
6-ledakan-pendukuk-marissa-haque-sby-dan-keluarga1Didalam abad ke 21 ini manusia menjadi saling berebut untuk sekedar bertahan hidup. Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup tanpa: (1) udara; (2) air; dan (3) makanan. Ditengah ancaman Global Climate Change dan Global Warming, semuanya sekarang menjadi serba terbatas. Ilmu ini yang saya pelajari pada semester satu saat masuk dikelas Eksekutif Program Doktor PSL-IPB. Pengajarnya adalah mantan Sekretaris Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup-IPB yaitu Ibu Dr. Ir. Etty Riani, MSi yang menjarkan pada kami dengan sangat sabar dan lembut hati. Ibu dosen Etty yang sangat ahli didalam pencemaran air dan ikan ini terus-menerus mengingatkan anak didiknya agar mampu menjaga keseimbangan: (1) ekologi; (2) ekonomi; dan (3) sosial. Selama hanpir enam bulan pertama kami terus-menerus ‘dijejali’ dengan teori dan konsep “Segi Tiga Munasinghe.” Sehingga sampai hari inipun jikalau saya mengigau dalam tidur, maka yang keluar dari ungkapan kata yang meluncur melalui bibir adalah teori keseimbangan alam semesta dari Bapak Munasinghe yaitu ekologi-ekonomi-sosial!
5-ledakan-penduduk-marissa-haque-fawi-dua-anak-cukupPernah dilibatkan penuh didalam kampanye antisipasi ledakan penduduk diera Presiden SBY, saya dan Ikang bersama beberapa public figure lainnya kemudian dinobatkan menjadi figur yang layak dicontoh didalam memilki anak hanya dua saja – laki-laki atau perempuan sama saja. Sehingga diluar semua carut-marut urusan penegakan hukum dan politik yang sangat amburadul dan anti demokrasi saya ingin konsisten didalam mendukung langkah Presiden SBY dalam koridor antisipasi ancaman ledakan penduduk bersama BKKBN – saya tidak ingin mengaitkannya dengan ledakan lainnya semacam bom Hotel Marroit dan Ritz.
Sebagai kepala rumah tangga – diluar sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan cq sebagai Presiden RI – Presiden SBY dan Ibu Ani mampu menjaga komitmen dengan hanya memiliki dua anak saja. Tidak perduli bahwa kedua anak beliau berdua adalah laki-laki semua. Hal ini patut disebar kepada semua keluarga muda Indonesia bila ingin mengatur wealth family management agar dapat menajwab tantangan zaman! Agar me-time atau we-time benar-benar mampu hadir sebagai waktu yang berkualitas dan produktif. Presiden SBY memang ahli dalam hal strategi, tak heran Master lulusan Webster University, Amerika Serikat ini memang menagmbil jurusan Strategic Management disana saat lalu sebelum ke IPB.
4-ledakan-pendukuk-marissa-haque-ayah-ikang-fawzi-yang-ganteng-bersama-isabella-dan-chikita-fawzi-di-cipanas-jabar-1990Sebagai yunior beliau dari IPB, besar harapan saya bahwa apa yang telah sangat baik pernah dilakukan dimasa periode kepresidenan beliau yang pertama tetap dilanjutkan. Tentu dengan catatan bilamana beliau memang benar HARUS BISA dilantik pada tanggal 20 Oktober 2009 besok ini. Bila memang Presiden SBY mampu melalui tantangan dengan kepiwaian strategiknya seperti biasanya yang kita tahu, maka program BKKBN ini dapat dipakai sebagai katalis yang akan me-leverage performance/kinerja beliau pada periode kedua kepresidennya. Insya Allah…
"Program KB dalam Keluarga Presiden RI Sangat Baik: Marissa Haque & Ikang Fawzi"

Senin, 20 Desember 2010

Keberhasilan Program KB di Tangan Kepala Daerah: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Menjadi Kepala Daerah seperti Gubernur/walikota/Bupati adalah sebuah jabatan eksekutif ditingkatan daerah, adalah tidak beda dengan pejabat negara lainnya maupun presiden yang mempunyai garis-garis besar dalam bekerjanya maupun hubungan antar lembaga. Hal tersebut untuk menjaga tidak tumpang tindihnya birokrasi dalam pemerintahan yang mengakibatkan inefisiensi implementatif. Singkatnya, hal ini membantunya dalam menjalankan pemerintahan yang syarat dengan elemen hukum dan politik.

Selanjutnya Kepala Daerah haruslah seorang yang mempunyai visi dan misi yang jelas yang terutama dalam kepemimpinan daerahnya. Selain itu tidakkah lebih baik jika seorang kepala daerah yang amanah, dalam arti mampu memujudkan apa yang dijanjikan selama kampanye? Disini stategi-strategi pembangunan yang efektif diperlukan guna menjaga kestabilan serta kelancaran dalam merealisasikannya, bukan kalkulasi dukungan politik semata.

Secara pribadi, kesemuanya berpusat pada satu inti yaitu kinerja. Sebuah janji, tujuan ataupun cita-cita pasti akan terletak pada proses kinerja bagaimana mencapainya. Demikian juga dengan seorang Kepala Daerah, akan semakin bermanfaat bagi masyarakat daerahnya jika mengandalkan kinerja-kinerja yang kongkrit. Apalagi dalam era otonomi daerah sekarang ini yang memberikan keleluasaan yang lebih pada daerah sehingga dapat dikatakan awal yang baik dalam pengembangan dan pembangunan.

Untuk kelanjutannya agar kebijakan pemerintah daerah sinkron dengan kenyataan dilapangan serta berguna untuk memberikan poin-poin determinasi maupun kolaborasi target-target pembangunan, sebaiknya dilakukan upaya-upaya dasar seperti penyerapan aspirasi masyarakat, pemetaan geografis daerah, pemahaman kondisi sosial budaya maskarakat lokal serta pemahaman ekonomi lokal. Secara empiris, hasil-hasil tersebut diatas berbeda satu sama lain setiap daerah. Untuk itulah dapat kita simpulkan bahwa setiap daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda yang tentunya menuntut perlakuan berbeda pula. KD haruslah benar-benar mengerti akan daerahnya. Bukan sekedar figur terkenal, tokoh maupun emosi putra daerah belaka.

Beberapa aspek yang harus dipenuhi antara lain:

(1) Aspek Ekonomi
Gerak ekonomi adalah salah satu yang terpenting dalam suatu daerah. Perkembangannya juga tidak lepas dari geologis ekonomis dan historis masyarakat setempat, sehingga hal ini memungkinkan perbedaan karakteristik perekonomian satu daerah dengan yang lain. misalnya daerah A yang tanahnya subuh untuk pertanian maka mayoritas penduduknya bergerak dibidang pertanian. Berbeda dengan daerah B yang dekat dengan pantai dan tanah yang kurang subur sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian, maka dari itu penduduknya lebih banyak yang bekerja dibidang perikanan dan pariwisata.

Dari ilustrasi diatas, salah satu strategi untuk menyiasati dalam hubungannya dengan pengembangan ekonomi adalah memakai konsep keunggulan komparatif, yaitu pembangunan dengan mengembangkan keunggulan ekonomis setempat, dimana tidak terdapat ditempat lain. Pola ini memungkinkan untuk membentuk identitas dan meningkatkan daya saing tersendiri satu sama lain antar daerah. Hal tersebut dengan membawa dampak positif dalam pembangunan nasional karena akan banyak terbantu dalam menentukan kebijakan dan efisiensi.


Selain itu, tugas pemerintah daerahlah yang memberikan tatanan pijakan dan dukungan yang penuh pada kewirausahaan dan kegiatan ekonomi lainnya. Secara lebih nyata dalam dunia bisnis membutuhkan stimulus-stimulus seperti penyediaan infrastruktur, birokrasi perijinan yang praktis, insentif pajak, aturan-aturan main yang jelas dalam berbisnis, pengelolaan kekayaan alam yang tidak monopolitik, perlindungan, pendidikan dan pelatihan usaha, upah minimum daerah, memberdayakan organisasi-organisasi pekerja dan kebijakan supported sektoral lain-lainnya yang sesuai.

Masalah pengangguran dan tingginya angka angkatan kerja juga tidak kalah penting untuk diselesaikan dengan menciptakan program-program kerja yang padat karya maupun memberikan insentif kepada usaha yang melibatkan tenaga yang banyak. Surplus anggaran daerah seharusnya dimaksimalkan dengan program diatas serta dalam rangka menyediakan infrastruktur usaha yang berkesinambungan.

(2) Aspek Kesehatan

Aspek ini meliputi tingkat kelahiran, tingkat umur rata-rata hidup, kebersihan, kondisi Mandi cuci kakus (MCK), populasi penduduk dalam hubungannya dengan kesehatan, pemahaman masyarakat tentang kesehatan, pelayanan dan kuantitas publik kesehatan didaerah, program vaksinasi, disease preventives dan masih banyak lagi. Secara ringkas, program-program yang berhubungan dengan kesehatan lokal sangat mendukung berjalannya aspek lain. Oleh karena itu concerning akan meningkatkan kualitas kesehatan, akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehatnya. Ada semacam timbal balik positif jika semakin sejahtera suatu daerah maka semakin tinggi kualitas kesehatan masyarakat, semakin mudah pemerintah menjalankan proses pembangunan, begitu sebaliknya.

(3) Aspek Tata Ruang Kota

masalah ini mungkin menjadi permasalahan daerah dimana-mana yaitu kurang tertatanya tata ruang kota yang baik. Akibatnya terjadinya tumpang tindih pembangunan pemukiman, areal pendidikan, perkantoran, mall, pelayanan public lainnya, hotel, bangunan-bangunan yang mempunyai historikal yang tinggi dan lain-lainnya. Jika kita melihat situasi-situasi urban khususnya sangatlah crowded berserta aktivitas masyarakatnya yang berjejal-jejalan.

Ada baiknya untuk mengatasinya dibuat cities designs planning yang membantu pengaturan dan alokasi konsentrasi pembangunan infrastruktur. Untuk memperkuatnya maka memasukkannya dalam salah satu orientasi kebijakan-kebijakan daerah sangatlah mendukung selain memberikan landasannya berupa payung hukum atas implementasinya.

Strategi yang lain adalah memangkas birokrasi proyek-proyek yang ada dengan mekanisme satu pintu, memungkinkan terkontrolnya di dilapangan dan memperkecil inefisiensi yaitu pungutan, korupsi, kolusi maupun pajak berganda.

(4) Aspek Pendidikan

Aspek ini tidak kalau pentingnya dengan yang lain. Dus, sangat berhubungan dengan kebijakan pemerintah pusat.

Memajukan pendidikan adalah suatu keharusan yang di amanatkan undang-undang dan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa negara di masa depan.

Perkembangan pembangunan nasional di dunia pendidikan sudah ada peningkatan meski berjalan lambat. Program wajib belajar, sekolah gratis dan peningkatan anggaran pendidikan diharapkan mampu memperbaiki kualitas dan kuantitas warga negara.

Di tingkatan daerah, dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan dan meneruskan kebijakan tersebut dengan mempersiapkan pelaksanaan dan teknis program-program yang ada, selain mengontrol hambatan-hambatannya, seperti pungutan diluar pendidikan, bocoran alokasi anggaran pendidikan dan sebagainya.

Diluar itu tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah memajukan pendidikan dengan kreativitas sendiri sepanjang tidak keluar kebijakan nasional, misalkan peran aktifnya dalam sekolah-sekolah alternatif, memfasilitasi sekolah dengan dunia usaha, dukungan kepada sekolah selain negeri dan sebagainya.

Masih banyak lagi pembahasan-pembahasan diluar kontek diatas yang seperti saya ulas diatas. Perbedaan sangat mungkin terjadi satu daerah dengan daerah lain tentang prioritas kerja kepala daerah sehingga sinergi dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya.

Cakupan diatas menggambarkan situasi dan solusi singkat atas daerah-daerah secara general yang semoga dapat memaksimalkan pembangunan tentunya. Insya Allah demikian adanya.

Kamis, 16 Desember 2010

Keluarga Terencana, Anak Dua, Dapat MBA: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran SI)

JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali,” ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

“Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan property-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu,” bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal hampir 300 halamanan, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, A. “Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan,” urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian tinggi.

“Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Icha di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA untuk ekonomi-bisnis dan hukum (MH),” katanya.(ang)

Sumber: http://ikangfawzi.blogdetik.com/

Rabu, 12 Mei 2010

Ber KB adalah Keputusan Bersama Pasutri: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Ber KB adalah Keputusan Bersama Pasutri: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Future Value Chacha Manis Anak dr. Ani Hasibuan: Marissa Haque Fawzi

Senang punya teman dokter, kalau sakit tinggal sms dan bisa minta advis kesehatan. Mbak ani sang dikter manis punya anak remaja menjelang gadis ting-ting yang juga manis. Ah...senangnya melihat teman dekat dihati punya anak sehat dan cerdas. Tentu hal tersebut dapat menjadi keniscayaan karena memiliki anak sedikit, sehingga future value dapat direncanakan dari sekarang.

Selasa, 30 Maret 2010

Kyai Sahal (NU) dan Dukungan pada KB: Marissa Haque Fawzi

PELUNCURAN Buku Keluarga Maslahah yang diadakan di Ballroom Hotel Mulia ini mempunyai magnet kuat bagi seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali artis dan politisi Marissa Haque yang ditunjuk sebagai pembawa acara dalam launching buku tersebut. Sabtu (20/3/2010).

Terkait masalah Keluarga Berenca (KB), Marissa mengatakan bahwa, masalah ledakan penduduk merupakan bencana besar bagi seluruh masyarakat.

Maka, dengan adanya program KB dan kependudukan dari pemerintah itu agar dapat mengurangi ledakan penduduk. Ia menambahkan apa yang dilakukan hari adalah satu bentuk pemahaman tentang penting program pemerintah itu.

Sementara Kiai Sahal, menurut Marissa, merupakan tokoh agamawan yang mampu bicara tentang KB dan kependudukan. Sehingga dilihat dari perspektif agama apa yang menjadi program pemerintah bisa dilaksanakan oleh masyarakat.

"Nah, ini ada Kiai bicara BKKBN. Ini dua entitas yang menurut saya terasa klik atau kohesif. Terus judulnya kemaslahatan, jadi kemanfaatan" ungkap Marissa.

Marissa Haque menuturkan bahwa saat ini istilah yang menyebutkan banyak anak banyak rejeki sudah tidak relevan lagi. Pasalnya kondisi masa lalu berbeda dengan apa yang kita rasakan saat ini.

"Mungkin dulu masih relevan. Manusia masih belum banyak sementara dibutuhkan pekerja pertanian yang banyak. Tapi saat ini lapangan kerja sudah sempit dan persaingan semakin kompetitif" jelas Politisi PPP itu.

Artinya, tambah Marissa, saat ini masyarakat harus benar-benar mengerti akan bahayanya ledakan penduduk. Salah satu solusi dalam meredam peledakan penduduk ialah dengan mengikuti program Pemerintah yang di tugaskan kepada Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. (iwan taunuzi)

Kyai Sahal dalam buku yang telah habis kubaca tiga kali.

Sumber: http://www.tribunpontianak.co.id/read/artikel/6481/marissa-haque-angkat-bicara-soal-kb

Bersahabat dengan Anak Menjadi Keniscayaan: Marissa Haque Fawzi

Dua Anak Itu Cukup: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Bahwa pernikahan adalah merawat cinta dan menjaga perkawinan! Secara bathiniah cinta ibarat seperti sebuah pohon yang perlu untuk disirami dan dipupuk dengan 'takaran' yang pas. Subhanallaaaaah...


Saya dan kedua anak gadisku ingin menjadi tiga bidadari kompak untuk Ikang Fawzi suamiku tercinta. Karena alhamdulillah walau 'hanya' memiliki dua anak saja--dan percaya bahwa anak lelaki dan perempuan sama saja--kami jadi mampu merencanakan quality time untuk sellau saat bersama 'hanya' yang nyaman-nyaman saja.

Kami sadar bahwa hidup di dunia belumlah di surga, sumber segala permasalahan selalu akan muncul dalam kehidupan kita didepan mata. Komunikasi efektif yang berkualitas adalah akar resep persepsi terhadap sumber permasalahan keluarga muda Indonesia yang memilih utuk berpisah dan membuat rumah tangga baru (cera-berai). Sedih sekali melihat mereka yang telah memutuskan bahwa cerai adalah jalan keluar bagi kesepakatan berkeluarga teman-teman artis Indonesia. Ingin saya berbagi kepada mereka semua, agar mereka yang telah menikah merasa perlu mempertahankan pernikahan yang telah dijalankan. Lalu punya dua anak saja itu cukup, lai-laki atau perempuan sama saja.

Launching Buku Kyai Sahal untuk NU mendukung BKKBN: Marissa Haque Fawzi

NU mendukung BKKBN
(Marissa Haque Angkat Bicara Soal KB)

PELUNCURAN Buku Keluarga Maslahah yang diadakan di Ballroom Hotel Mulia ini mempunyai magnet kuat bagi seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali artis dan politisi Marissa Haque yang ditunjuk sebagai pembawa acara dalam launching buku tersebut. Sabtu (20/3/2010).

Terkait masalah Keluarga Berenca (KB), Marissa mengatakan bahwa, masalah ledakan penduduk merupakan bencana besar bagi seluruh masyarakat.

Maka, dengan adanya program KB dan kependudukan dari pemerintah itu agar dapat mengurangi ledakan penduduk.

Ia menambahkan apa yang dilakukan hari adalah satu bentuk pemahaman tentang penting program pemerintah itu.

Sementara Kiai Sahal, menurut Marissa, merupakan tokoh agamawan yang mampu bicara tentang KB dan kependudukan. Sehingga dilihat dari perspektif agama apa yang menjadi program pemerintah bisa dilaksanakan oleh masyarakat.

"Nah, ini ada Kiai bicara BKKBN. Ini dua entitas yang menurut saya terasa klik atau kohesif. Terus judulnya kemaslahatan, jadi kemanfaatan" ungkap Marissa.

Marissa Haque menuturkan bahwa saat ini istilah yang menyebutkan banyak anak banyak rejeki sudah tidak relevan lagi. Pasalnya kondisi masa lalu berbeda dengan apa yang kita rasakan saat ini.

"Mungkin dulu masih relevan. Manusia masih belum banyak sementara dibutuhkan pekerja pertanian yang banyak. Tapi saat ini lapangan kerja sudah sempit dan persaingan semakin kompetitif" jelas Politisi PPP itu.

Artinya, tambah Marissa, saat ini masyarakat harus benar-benar mengerti akan bahayanya ledakan penduduk. Salah satu solusi dalam meredam peledakan penduduk ialah dengan mengikuti program Pemerintah yang di tugaskan kepada Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. (iwan taunuzi)
Kyai Sahal dalam buku yang telah habis kubaca tiga kali.

Sumber: http://www.tribunpontianak.co.id/read/artikel/6481/marissa-haque-angkat-bicara-soal-kb

Prinsip "Segitiga Munasinghe" untuk Antisipasi Ledakan Penduduk: Marissa Haque (dari PSL-IPB)

Prinsip "Segitiga Munasinghe" untuk Antisipasi Ledakan Penduduk: Marissa Haque (dari PSL-IPB)
Duta BKKBN Marissa Haque Fawzi (Istri Ikang Fawzi)

Berakhir Tahun bersama Keluarga Prof. Dr. Sri Edi Swasono

Berakhir Tahun bersama Keluarga Prof. Dr. Sri Edi Swasono
Naik Pesawat Rakyat Deraya, Akhir Tahun bersama Prof Dr. Meuthia Hatta dan Kel (Meneg PP 2005)

Kembang Setaman Rumahtangga Ikang & Marissa

Kembang Setaman Rumahtangga Ikang & Marissa
Kembang Setaman Rumahtangga Ikang & Marissa

BASF Award ke Mannheim, West Germany Hadiah Allah bagi Pernikahan Siri Kami (Sept 1986)

BASF Award ke Mannheim, West Germany Hadiah Allah bagi Pernikahan Siri Kami (Sept 1986)
BASF Award ke Mannheim, West Germany Hadiah Allah bagi Pernikahan Siri Kami (Sept 1986)

Daddy's Approach untuk Keluarga Kecil Menjawab Tantangan Zaman, Ikang Fawzi, Bella dan Chikita

Daddy's Approach untuk Keluarga Kecil Menjawab Tantangan Zaman, Ikang Fawzi, Bella dan Chikita
Daddy's Approach untuk Keluarga Kecil Menjawab Tantangan Zaman, Ikang Fawzi, Bella Fawzi, dan Chikita Fawzi

Ikang Fawzi dan Marissa Haque saat Pacaran (dirumah Lapagan Roos Raya No.36, Tebet Utara, Jaksel)

Ikang Fawzi dan Marissa Haque saat Pacaran (dirumah Lapagan Roos Raya No.36, Tebet Utara, Jaksel)
Kesepakatan Punya anak Hanya 2 Saja: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Daftar Blog Saya